Cara Menjaga Kesehatan Mental pada Anak

Sumber: hellosehat.com

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling penting dalam pertumbuhan. Pada masa ini, anak dapat belajar banyak hal dan membentuk sikapnya. Pada masa anak-anak, yang harus diperhatikan tidak hanya kesehatan fisik saja, namun juga dengan mental anak. Mengapa menjaga kesehatan mental pada anak penting untuk dilakukan? Kesehatan mental menurut WHO didefinisikan sebagai keadaan dimana individu merasa sejahtera. Dilansir dari halodoc.com kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada peribadian dan perilaku seseorang. Menurut hellosehat.com kesehatan mental anak tidak hanya sebagai kondisi mental anak yang tidak mengalami penyakit mental, namun juga mencakup kemampuan untuk berpikir secara jernih, bersosialisasi dengan anak seusianya dan dapat mengendalikan emosi. Anak dengan kesehatan mental baik biasanya dapat berdapasi dengan keadaan, dapat menjaga hubungan baik dengan teman dan dapat menghadapi stres. 

Apa saja yang dapat dilakukan dalam menjaga kesehatan mental pada anak

  1. Membiarkan anak bermain

Pada waktu bermain merupakan saat anak belajar berbagai hal. Ketika bermain, anak juga terbantu untuk menjadi kreatif, belajar memecahkan masalah, belajar untuk mendengalikan diri. Aktif bergerak juga dapat membantu kesehatan fisik dan mental. 

  1. Membangun kepercayaan diri

Orang tua dapat membangun kepercayaan diri pada anak dengan cara seperti membentu dalam menentukan tujuan yang sesuai dengan kemampuan, memuji mereka saat mulai belajar hal baru, mengajari anak untuk bekerja dalam kelompok, mengajari untuk bersikap jujur jika salah dan belajar menerima kegagalan. 

  1. Disiplin dan adil

Anak diajari untuk selalu disiplin dan adil. Ketika mempelajari hal baru dan hidup mandiri, anak harus mengetahui perilaku yang tidak boleh dilakukan dan memberi tahu bahwa mereka akan menerima konsekuensi ketika melakukan seuatu kesalahan. Menasihati dan memberi contoh adalah hal yang paling baik untuk menerapkan perilaku disiplin. 

  1. Kritik perilakunya, bukan orangnya

Jika anak berbuat salah, maka yang dikritik adalah perilaku yang salah, bukan anak. Katakanlah bahwa perilaku yang diperbuat itu salah atau tidak baik tanpa memberi label terhadap anak seperti memanggil dengan sebutan anak nakal. 

Masih banyak hal lagi yang dapat dilakukan dalam menjaga kesehatan pada mental anak. Kondisi mental anak akan sangat mudah memberikan dampak terhadap perilakunya sehingga perubahan perilaku dapat menjadi tanda bahwa ada hal yang menganggu pikiran dan kondisi emosi pada anak. Beberapa perubahan perilaku yang dapat terjadi pada anak seperti cenderung meledak-ledak ketika marah, tidak semangat, menunjukkan sikap agresif dan tidak menuruti kata orang tua, menghindari pergi ke sekolah atau tidak ingin bermain dengan anak seusianya, mudah merasa takut dan penurunan prestasi akademik di sekolah. Hal-hal tersebut harus ditangani dengan cepat sebelum menjadi serius dan mempengaruhi kesehatan mental pada anak. 

Anak-anak sangat rentan untuk mendapatkan perlakuan yang kasar dari lingkungannya, terutama dari orang tua yang tidak terlalu peduli dengan kesehatan mental anaknya. Selain itu perlakukan dari teman sebaya yang sering dengan mudahnya melempar kata-kata yang menyakitkan perasaan dan melakukan pembullyan terhadap teman lainnya.

Jangan lupa untuk selalu berhubungan dengan anak seperti menjalin hubungan emosional yang baik dengan anak sehingga anak lebih nyaman untuk bercerita pada orang tua. Kenyamanan ini juga akan membuat anak percaya bahwa orang tuanya dapat melindunginya dan dia dapat bergantung pada orang tuanya. 

Itulah hal-hal yang dapat orang tua perhatikan dalam menjaga kesehatan mental pada anak. Pastikan anak mendapat lingkungan yang baik hingga anak dapat tumbuh dengan kondisi fisik dan mental yang baik. 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*